Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Samarinda bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (Kanca) Tenggarong gelar sosialisasi budaya pelayanan prima dengan topik strategi melayani konsumen dan layanan berbasis digital kepada seluruh petugas LPKA Samarinda, Jumat (20/5). Bertempat di Aula, turut hadir Mudo Mulyanto selaku Kepala LPKA Samarinda dan Pimpinan Cabang BSI Tenggarong Ibu Gina Rosana.
Mudo Mulyanto mengucapkan terima kasih kepada BSI Kanca Tenggarong yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh petugas LPKA Samarinda. “Kami mohon tips dan sarannya sehingga LPKA Samarinda dapat mewujudkan pelayanan prima dalam peningkatan kualitas pelayanan publik serta Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani,” pintanya.
Sosialisasi budaya pelayanan prima menghadirkan Kurnia Romadhani Ika Kusuma dari Bagian Area Operations & Service Manager Balikpapan yang menyampaikan kiat-kiat memberikan excellent service kepada pengguna layanan. “Dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan, hal yang menjadi dasar adalah senyum, sapa, dan salam serta personal touch. Petugas harus bisa memberikan informasi detail kepada pengguna layanan dan mengarahkan pengunjung sesuai kebutuhannya,” urainya.
Kurnia Romadhani Ika Kusuma juga menyampaikan informasi mengenai handling complain saat terjadi benturan dengan pengguna layanan. “Dalam menghadapi complain dari pengguna layanan, petugas harus bersikap tenang, menunjukkan empati, dan mampu mengajukan solusi atas permasalahan yang terjadi,” imbuhnya.
Setelah diberikan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya pelayanan prima, diadakan pula sesi tanya jawab di mana petugas LPKA Samarinda dengan semangat menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik. Pembicara pun dengan cekatan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan.
LPKA Samarinda berharap informasi yang telah diberikan dapat diserap dan diimplentasikan oleh petugasnya sehingga menjadi bekal dalam memberikan pelayanan publik kepada Anak Didik Pemasyarakatan dan masyarakat sehingga terciptanya kepuasan publik atas pelayanan-pelayanan yang telah diberikan.


